Home » review » Review Motherboard Murah LGA 1155 Asrock H61 Dan VGA Nvidia GTX 1060

Review Motherboard Murah LGA 1155 Asrock H61 Dan VGA Nvidia GTX 1060

Banyak penjual PC yang mengiklankan produk mereka dengan PC Gaming menggunakan motherboard Asrock H61. Biasanya dibundle dengan prosesor tertinggi dari LGA 1155 yaitu ivy brigde (core i7 3770/3770k). Pengalaman saya menggunakan motherboard dengan core i7 3770, cukup puas untuk pemakaian office, edit desain ringan, browsing dan terpenting game.

Penggunaan CPU pemakaian normal cuma 1-10% itupun dengan google chrome 4 profil yang aktif bersamaan dengan total diatas 10 tab, 20 tab, paling seringnya 30 tab. Paling malas kalau buka dan tutup tab chrome. Jadi walau pc generasi jadul saya rekomendasikan untuk pemakaian sehari-hari termasuk desain grafis seperti photoshop. Jika anda tertarik untuk membelinya. Mengingat harga bekas motherboardnya yang murah, tidak sampai 500ribu di toko online seperti shopee, buka lapak dan tokopedia.

 

REVIEW

Untuk merakit sebuah pc yang mumpuni, tidak harus selalu dengan harga yang mahal. Yang terpenting adalah komponen yang ditanamkan sesuai kebutuhan. Untuk jangka panjang tidak disarankan untuk saat ini, mengingat harga komponen komputer masih tinggi.

review-asrock-h61-dan-nvidia-gtx-1060

Desain grafis

Saya juga menggunakan berbagai program desain grafis dari photoshop, corel draw dan lainnya. Tidak ada kendala. Lancar dan cepat walaupun menggunakan versi terbaru.

Video Editing

Proses pengeditan menggunakan pc dengan spek ini cukup memuaskan adobe premiere, cepat tidak ada kendala asal sesuai dengan versi minimal yang disyaratkan oleh pengembang softwarenya seperti misalnya harus menggunakan minimal windows 10. Karena berdasarkan pengalaman, jika windows versi dibawahnya ada saja kendalanya bahkan tidak bisa diinstal sama sekali. Misalnya menggunakan windows 7 yang sudah tidak didukung oleh Microsoft. Untuk render dengan video yang pendek bahkan panjang tidak bosan menunggunya sampai proses render selesai. Bahkan sambil nonton youtube, browsing. Tetap stabil.

Gaming

Ini bagian yang sering ditanyakan oleh calon pembeli, apakah core i7 gen 3 bagus untuk gaming? Kalau menurut saya, kalau gaming itu yang terpenting adalah VGA. Jika anda menggunakan grafis onboard dari motherboard ini, jangan berharap banyak. vga yang disuport adalah Intel® HD Graphics 2000/3000.

Misalnya Grand Theft Auto V (GTA V), dengan vga bawaan tentu tidak bisa dimainkan walaupun ram yang anda pasang tertinggi dari asrock H61 yaitu 16GB. Minimal anda menggunakan VGA NVIDIA 9800 GT 1GB / AMD HD 4870 1GB. Itu minimum.

Jadi anda bisa menggunakannya dengan seting grafik rata kiri alias low. Sedangkan untuk bermain dengan nyaman, minimal fps yang disarankan untuk game adalah 60 fps.

Terpaksa anda harus merogoh kocek agak dalam NVIDIA GTX 660 2GB / AMD HD7870 2GB. Masalahnya harga vga sekarang ini semakin mahal dibandingkan tahun sebelumnya (2020), tahun 2021 harga sudah melambung tinggi, walaupun vga bekas. Saya membeli vga bekas tahun 2020, Nvidia GTX 1060 3GB. Beruntungnya pada waktu itu membeli seken dengan harga yang murah di toko online.

nvidia gtx 1060
nvidia gtx 1060, cocok untuk games ringan maupun berat.

Review game

Jujur saja sejak pertama membeli komputer ini saya tidak pernah menggunakan vga onboard yang ada pada motherboard. Karena memang saat itu membeli saya langsung fokus ke vga. Berbagai pengalaman menggunakan laptop maupun pc, kendalanya pasti di vga yang tidak mumpuni ketika digunakan main game. Prinsip saya kalau game lancar, yang lainpun pasti lancar. Sebenarnya ada tawaran core i3 gen 9 yang tentunya sudah jauh generasinya dibandingkan intel gen 3 yang saya gunakan.

Tentu saja dengan harga yang selisihnya jauh. Vga yang harus mengalah dengan menurunkan harga yang dapat berimbas ke seri nvidia yang lebih rendah. Pada awalnya saya ingin membeli seri gtx 660 karena pada game merekomendasikan gtx 660.

Tapi dengan pertimbangan game terbaru yang akan keluar akan semakin “haus” vga maka saya memilih seri diatasnya yaitu gtx 1060. Kesimpulan akhir saya lebih memilih vga untuk menjadi variabel nomor 1. Bahkan dengan ram secukupnya rekomendasi game yaitu 8gb. Jadi pilihan ram 16gb, prosesor gen tinggi, dan berbagai pernik game seperti RGB 😀 saya kesampingkan.

Dan ternyata pilihan saya sangat tepat. Saya sangat puas akan performa vga gtx 1060. Dan yang membuat saya bersyukur adalah tak lama kemudian vga bekas dan baru harganya naik drastis.

Bahkan dipasaran sekarang susah mencari vga bekas dan kalaupun ada harganya sangat mahal. Setelah saya menonton berbagai review game yang menggunakan core 17 gen 3 vs core i3 gen 9 ternyata berimbang, malah dibeberapa game menang ditinjau dari fps dengan vga yang sama. Pada artikel ini saya akan mereview bagaimanakah kenyamanan bermain berbagai game menggunakan motherboard H61, core i7 3770 dan vga Nvidia GTX 1060 3GB dan ram 8gb.

GTA V

Pada game ini saya setting ultra, dengan resolusi Full HD (FHD) 1920 x 1080. Tapi karena keterbatasan memori ada beberapa seting pada game gta v yang saya off. Yang mantapnya vsync on. Pada setting ini, anda akan mendapatkan 60 fps!! tidak bisa lebih. Kenapa? inilah yang mungkin saya sebut kelemahan vga ini yang fpsnya dikunci pada 60fps walaupun setting anda turunkan pada posisi low!! Tapi dengan 60 fps anda akan puas bermain. Mulus tanpa lag.

Fallout 4

Sebenarnya saya membeli vga yang bagus adalah untuk bermain game fallout 4 dari Bethesda Games Studios . Sebelumnya saya sudah memainkan tamat fallout series seperti fallout 2,3, Fallout New Vegas, yang ternyata berjalan mulus di pc saya yang sebelumnya yaitu core 2 duo dengan vga nvidia gt 210. Tapi setelah keluar Fallout 4, ternyata sama sekali tidak bisa. Blank, alias gelap ketika dijalankan.

Akhirnya saya membeli laptop dengan spek yang lebih tinggi dari toshiba core i3 dengan grafik intel sampai core i5 dengan vga ati (seri rendah). Hasilnya zonk bro!! masih tidak bisa walau sudah mencoba berbagai setting dan trik yang ada di internet.

Dari game inilah saya tertarikmempelajari minimal dan rekomendasi sebuah game. Setelah saya amati, setiap game baru yang keluar, rekomendasinya yang selalu berubah jauh adalah kelas vga, bukan prosesor, apalagi ram. Tapi tentu saja untuk kenyamanan bermain, saya harus menyesuaikannya agar berimbang. Seting paling tinggi fallout 4 yaitu ultra, vsync on, FULL HD. Didapatkan 60 Fps dengan grafik yang memukau.

Red Dead Redemption 2

Red Dead Redemption 2 adalah game keluaran Rockstar Games. yang merupakan perusahaan yang sama dengan GTA V. Ini adalah games open world, tapi set bukan jaman modern seperti gta v. Tapi games koboi (western). Keindahan grafiknya luar biasa. Pemandangan alam yang indah sepanjang perjalanan. wajar sih gamesnya saja sizenya besar 117GB yang pastinya akan panjang ceritanya. =

Untuk games ini sepertinya ram 8gb tidak cukup untuk setting high, apalagi ultra. Kemungkinan bukan karena faktor vga yang gak ngangkat, tapi lebih ke ram 8gb yang tidak mencukupi. Karena games ini membutuhkan 16gb agar dapat bermain nyaman pada seting yang direkomendasikan pembuat gamenya. Tapi kalau medium – high lancar.

Games Berat Lainnya

Saya sudah mencoba berbagai game seperti seri Call Of Duty (COD) dari seri lama sampai terbaru COD black ops, COD 4 Modern Warfare, COD 6 – Modern Warfare 2, COD Black Ops III, COD Advance Warfare, Infinite Warfare, COD Ghost dengan setting tertinggi ultra, lancar. Tidak ada drop fps. Pokoknya enak mainnya. Resident Evil 2 bagaimana? sama, setting tinggi lancar.

Kesimpulan Review Games

PC dengan core i7 3700, motherboard asrock H61, vga nvidia gtx 1060 mampu melibas semua game berat dengan seting high bahkan yang sering ultra. Terkecuali untuk games Red Dead Redemption 2 yang menurut saya membutuhkan ram 16gb agar dapat dimainkan dengan seting rata kanan.

asrock h61
Motherboard LGA 1155 Asrock h61, harga murah tapi cocok untuk gaming.

Kelebihan Asrock H61

Harga murah, seken paling mahal 500rb sudah dapat di toko online
Sudah suport pci express x16
Sudah suport Antarmuka SATA III (revisi 3.x) yang memiliki kecepatan SATA 6Gb/s. ini wajib menggunakan SSD agar performanya sesuai. Kalau pakai HDD biasa, sama saja gak ngaruh.
Memori (ram) bisa diupgrade ke 16GB ddr3.

Kekurangan Asrock H61

Walau kelebihannya murah dan peformanya bagus untuk software dan games terbaru, tapi ada beberapa kelemahan yang menurut saya akan menjadi kendala di kemudian hari jika kita berencana upgrade, yaitu:

Hanya memiliki 2 slot ram

repot jika ingin meningkatkan ram yang terlanjur slotnya penuh. Contohnya saya sendiri yang ingin upgrade ke memori 16gb. Terpaksa harus menjual memori yang sekarang 8gb (4gb+4gb) terlebih dahulu, sebelum menjadikannya 16gb (8gb + 8gb). Seandainya 4 slot ram tentu tidak perlu sampai menjual ram yang lama. Hanya dengan menambahkan sekeping ram 8gb sudah tercapai ram 16gb.

Tidak ada USB 3.0

Bagi anda yang sering memindahkan data dari flashdisk maupun hdd external tentu saja ini merupakan kekurangan. Perbedaan antara USB 2.0 dengan USB 3.0 lumayan jauh dari kecepatan transfer. USB 2.0 kecepatan transfernya maksimal 480 Mbps, sedangkan USB 3.0 maksimal 4.8 Gbps. Hampir 10 kali lipat. Kalau data kecil 1 gb mungkin tidak masalah, tapi jika sudah 1 terabyte bisa ngantuk menunggu proses copynya selesai.

Audio jelek

Jika anda menggunakan kabel audio jack 3.5mm, apalagi di bagian depan (front) suaranya lebih pelan dibandingkan yang outpun audio belakang. Kalau menggunakan speaker tidak masalah bisa jack belakang, tapi kalau menggunakan headset yang kabelnya pendek merepotkan untuk disambungkan ke belakang.

Cara mengakalinya dengan membeli kabel perpanjangan jack 3.5 walaupun dapat mengurangi sedikit kualitas suara. Meskipun dicolok di output belakang, tetap saja keluaran audio dari motherboard Asrock H61 yang menggunakan chipset ALC662 kualitas amplinya rendah. Saya membandingkan cukup dengan hp xiaomi misalnya, terasa lebih berbobot suara keluaran xiaomi.

Soundcard onboard motherboad ini saya tes menggunakan speaker polytron pma 9310, suara basnya untuk musik dan film pelan. Untuk headset sehari-hari saya menggunakan kingston hyperx cloud alpha. Ini lebih parah, tapi wajar headset gaming ini diatas headset biasa yang biasanya 32 ohm sedangkan cloud alpha 64 ohm. Tapi sekali lagi saya perbandingkan pc dengan hp android redmi note 8 dan 10, masih enak dengar pakai hp.

Tapi beruntungnya, equalizer bawaan driver yaitu Realtek HD Audio Manager cukup membantu meningkatkan kualitas suaranya, terutama di suara rendah (bass). Akan tetapi tetap saja dengan volume tinggi sulit menemukan suara menggelegar ledakan dari film maupun dentuman bas dari musik dangdut atau house musik.

Upgrade motherboard LGA 1155

Sebenarnya saya cukup puas dengan performanya terutama dalam menjalankan games yang ada sekarang. Akan tetapi sayangnya ram hanya mentok 16gb. Untuk itulah saya berencana mengganti motherboard Asrock H61 yang telah menemani saya selama ini dalam menyelesaikan pekerjaan sebagai blogger dan juga sebagai gamer rumahan :-P.

Untuk upgrade prosesor generasi yang lebih tinggi misalnya generasi ke-10 yang sekarang ini harganya terjangkau contohnya core i3 10100F. Tentu tidak mudah mengingat budget yang terbatas. Karena tidak hanya prosesor yang harus diganti. Motherboard juga tidak suport ddr3 tapi ram DDR4.

Kendala terbesar adalah untuk menjual pc tidak semudah menjual laptop. Terlebih lagi pc ini dipakai setiap hari. kecuali dana lebih gak masalah, upgrade dulu baru jual yang lama. Jadi satu-satunya solusi upgrade termurah adalah dengan membeli motherboard soket LGA 1155 lainnya.

Solusi terbaik dan termurah adalah dengan upgrade LGA 1155 seri 7. contohnya gigabyte b75. Supports 3rd Gen, USB 3.0, SATA 3.0 dan 3x USB Power. 4 slot ram dan up to 32 GB. Jadi ram ddr3 lama masih bisa dipakai. Selain itu yang membuat saya gembira adalah seri audio Realteknya lebih tinggi dari ALC662 yaitu ALC887. Seperti lumayan walaupun sebenarnya saya lebih mengincar ALC889 yang katanya bisa mengangkat headphone yang membutuhkan daya besar. tapi sayangnya chipset Realtec ALC889 untuk soket LGA 1155 hanya terdapat pada p67 yang suport hanya suport prosesor generasi 2.

Demikianlah review sederhana yang bisa saya sampaikan di blog akadina.com. Tulisan ini bersifat subjektif, saya hanya berniat berbagi pengalaman memakai pc jadul ini selama 2 tahun.  Review kualitas suara tentu saja berdasarkan telinga kaleng, bukan telinga emas. Karena saya bukanlah seorang audiophile jadi hanya mengungkapkan sesuai “bahasa” saya. Artikel ini akan saya lanjutkan. Mungkin saya akan mereview motherboard Gigabyte GA-B75M-D3H yang sudah saya beli di toko online, dan sekarang lagi ditunggu kedatangannya.

Share on: